Alam dengan segala pesona keindahannya, merupakan satu bentuk bukti nyata kekuasaan Tuhan yang patut dan harus kita syukuri. Langit biru, lautan yang luas, gunung yang menjulang tinggi, awan yang berarak, hutan yang penuh pepohonan, air yang mengalir di bebatuan, kabut yang menutupi jurang dan lembah, memberikan media bagi jiwa manusia untuk dekat dengan "Sang Kebenaran Mutlak", hanya karena mereka ( alam ) mempunyai aura tersendiri yang memancarkan kodrat ilahi.
Pecinta Alam jika diuraikan, berasal dari kata Cinta dan Alam. Cinta mengandung arti menyukai, menyayangi, dan mengagumi. Dari kata Cinta menjadi Pecinta menunjuk kepada subyek yaitu orang. Sedangkan Alam mengandung arti segala yang ada di sekitar, baik berupa benda mati maupun benda hidup. Sehingga secara harfiah, Pecinta Alam dapat diartikan sebagai Seseorang yang menyukai, menyayangi dan mengagumi segala yang ada di sekitar, baik berupa benda mati maupun benda hidup. Sedangkan secara Istilah, sampai saat ini belum ditemukan definisi yang jelas tentang Pecinta Alam. Sebab kata Pecinta Alam itu sendiri mengandung pengertian yang sangat luas.
Meskipun belum ada yang bisa merumuskan istilah Pecinta Alam, namun jika dilihat dari tujuannya dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok.
Kelompok Pertama
Kelompok yang hanya menggeluti kegiatan alam bebas dengan tujuan untuk menyalurkan hobby dan minat bertualang di alam bebas. Kegiatan mereka meliputi pendakian gunung, mengarungi jeram di sungai, pemanjatan tebing, menyusuri kedalaman dan kegelapan gua, mengeksplorasi keindahan bawah laut. Dll.
Kelompok Kedua
Kelompok yang selain melakukan kegiatan petualangan, juga melakukan kegiatan yang berorientasi pada penyelamatan lingkungan hidup. Selain bertualang mereka juga melakukan Konservasi Sumber Daya Alam, pengamatan Sosial-Ekonomi-Budaya masyarakat, hingga operasi SAR. Kelompok inilah yang paling banyak dilakukan oleh organisasi / kelompok mahasiswa pecinta alam.
Kelompok Ketiga
Kelompok yang menggeluti kegiatan alam bebas dengan misi untuk semata mata mendekatkan diri pada "Sang Pencipta". Mereka yakin bahwa menyatu dengan alam akan menuntun mereka pada ketenangan jiwa dan lebih dekat kepada Zat Yang Maha Mencita.
Kelompok Keempat
Kelompok yang hanya latah dan ikut - ikutan saja, mereka menjadi pendaki gunung hanya untuk gagah - gagahan saja. Sehingga mereka tidak mendapatkan apa - apa dari perjalanannya, selain hanya tubuh yang lelah dan pakaian yang kotor, bahkan banyak dari mereka yang menjadi bagian dari Perusak Alam.
Namun, apakah istilah Pecinta Alam itu hanya untuk mereka yang melakukan petualangan di alam bebas?
Apakah istilah Pecinta Alam itu hanya untuk mereka yang telah mengikuti program pendidikan dan latihan dasar dalam sebuah organisasi?
Seorang yang menyapu jalan, Seorang yang menanam mangrove di pinggir pantai, Seorang yang mengobati kucing yang terluka, Seorang yang memberikan santunan kepada fakir miskin, bisakah mereka disebut Pecinta Alam?
Jadikanlah apa yang kita jalani selama ini bukan hanya sebagai keisengan atau hobby semata, tapi jadikanlah menjadi jalan untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya dan menjadi jalan hidup kita.
No comments:
Post a Comment